shadow

Disdikbud Aceh Besar Adakan Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka Jenjang SD dan SMP


Aceh Besar - Disdikbud Aceh Besar mengadakan Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka jenjang SD dan SMP. Untuk jenjang SD mulai 9 sampai 12 Juni 2022 sedangkan jenjang SMP 13 sampai 16 Juni 2022 yang berlangsung di Wisma Atlet Kota Jantho.

Pelatihan untuk jenjang SD dibuka oleh Plt Kepala Disdikbud Aceh Besar, Agus Jumaidi MPd sedangkan untuk jenjang SMP dibuka oleh Sekdisdikbud Aceh Besar, Fahrurrazi SE.

Dalam sambutan tertulis disebutkan projek penguatan profil pelajar Pancasila memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta menguatkan pengembangan enam dimensi profil pelajar Pancasila.

Melalui projek ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari secara mendalam tema-tema atau isu penting seperti gaya hidup berkelanjutan, toleransi, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi.

Projek ini melatih peserta didik untuk melakukan aksi nyata sebagai respon terhadap isu-isu tersebut sesuai dengan perkembangan dan tahapan belajar mereka.

Projek penguatan ini juga diharapkan dapat menginspirasi peserta didik untuk memberikan kontribusi dan dampak bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Seiring dengan perubahan tersebut yang sering disebut dengan paradigma baru, kabupaten Aceh Besar pada tahun ini mulai menerapkan Kurikulum Merdeka secara mandiri pada beberapa sekolah baik jenjang SD maupun Jenjang SMP.

Selain penerapan kurikulum merdeka secara mandiri Aceh Besar juga mendapat kuota Program Sekolah Penggerak Angkatan 3 yang pada saat ini sudah memasuki proses seleksi akhir calon kepala sekolah penggerak.

Kami berharap kepada seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik sehingga nantinya dapat mengimplementasikannya. Kita ketahui bersama bahwa Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama 2 (dua) tahun memperburuk krisis dan semakin melebarkan kesenjangan pembelajaran yang terjadi di Indonesia.

Banyak anak-anak Indonesia yang mengalami ketertinggalan pembelajaran (learning loss) sehingga mereka kesulitan untuk mencapai kompetensi dasar sebagai peserta didik.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran, Kurikulum Merdeka (yang sebelumnya disebut sebagai kurikulum prototipe) dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.

Karakteristik utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah: -

Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila. - Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi. - Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Sementara itu Kabid Dikdas Disdikbud Aceh Besar, Safrizal SSos dalam arahannya menyampaikan harapan agar pendidik mendidik dengan penuh rasa ikhlas agar terlahir generasi yang cerdas berkarakter.

Panitia pelaksana, Juwita SPd yang juga selaku pejabat pengembang kurikulum Disdikbud Aceh Besar melaporkan jumlah peserta jenjang SD 88 orang guru kelas 1 dan kelas 4, dan pengawas SD 8 peserta, sementara jumlah peserta jenjang SMP 88 guru mata pelajaran dan 8 pengawas SMP.

Sedangkan untuk narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh dan dari Kemendikbudristek, "tutupnya.[]

Share

Related

Komentar